Latest Entries
Literaphy

Cerpen: Empat Belas Purnama di Dorsoduro

Empat Belas Purnama di Dorsoduro Kalau tidak salah hitung, telah aku lewati empat belas purnama di kota ini. Kota yang dibangun di atas air. Kota yang menjadi kanvas bagi keagungan fantasi manusia. Kota di mana Cassanova, Hemingway, dan Marco Polo pernah menulisi sejarah dan mewarnai peradaban di kota ini. Kota yang senantiasa membangkitkan kesadaran akan … Continue reading

Rate this:

Literaphy

Insomnia Bukan

Kau tahu, Pamanda? Akhir-akhir ini aku sering mengalami sulit tidur. Padahal tidur itu tak ada bimbelnya. Lembaga bimbel dari Yogyakarta itu pun tak mengadakan program, baik reguler, progresif, maupun intensif menyoal tidur. Curiga apakah perkara kesulitan untuk tidur itu ada hubungannya dengan pemilihan presiden? Sesulit aku mencernanya dengan nalar yang kumiliki. Ah, tidak juga kan, … Continue reading

Rate this:

Opini

Untuk Sebuah Koran: Milang Kala Milang Kamelang

Meskipun tak jadi diterbitkan tulisan saya ini di sebuah koran lokal, tapi bukan soal penting atau tidak ini didokumentasikan. Mungkin ini soal kepingin saya saja untuk menyimpannya di blog ini. Ya, meskipun isunya sudah usang. Tapi ah tidak mengapa ini kan blog saya.   “Milang Kala, Milang Kamelang” Oleh: Gilang Pramudhita* Konon, menurut sejarah tutur … Continue reading

Rate this:

Literaphy

Lelaki Anarki dan Perempuan Rembulan

Dari cinta yang hanya semenjana, tak bakalan mungkin Bob Tutupoli menyanyi lagu Widuri. Kau tahu kan, lagu itu ditulis tahun 70-an oleh mantan seorang buruh kapal di Tanjung Priok. Kukira energi Laut Jawa yang lagi syahdu waktu itu terhembuskan angin laut hingga ke geladak kapal. Kau bisa bayangkan bagaimana kerasnya situasi sehari-hari di Tanjong Priok. … Continue reading

Rate this:

Travelogue

Malang Punya Cerita #3: Masih Bromo – “Juru Selamat” dan Kopi untuk Lucie

Pintu kamar diketuk. Dua kali. Ajaibnya, saya dan Rizal langsung bangun seketika. Melihat jam di layar menunjukkan pukul 03.30. Oya, setengah sadar rasa-rasanya waktu jam 03.00 saya mendengar bunyi alarm tapi langsung saya matikan. Mungkin pikir saya, antara masih ngantuk dan dingin atau “tenang, masih ada alarm kedua.” Rupanya perempuan bule itu yang mengetuk pintu … Continue reading

Rate this: